Udenk dan Istri serta Miko Valent

Hari dimana saya berhenti pertama kali dari pengajian Partai Keadilan Sejahtera, adalah hari dimana saya mereview ulang perjalanan saya mencari kebenaran. Islam, sebuah kata yang penuh dengan tanda Tanya di hati saya. Sebelum saya memutuskan bersyahadat. Saya cukup eksis di sebuah band local underground. Sejak SMA band ini dikenal dengan nama Stompkin. Band yang cukup dikenal dengan genre Rap Metalnya di Bekasi.

Lirik lirik sarkaz, kasar, penuh hujatan pada norma dan Tuhan adalah hari hari yang saya habiskan dalam menulis syair syair lagu di band ini. Waktu itu tahun 2000an. Limp Bizkit lagi gempar gemparnya di jagat raya Underground. Sementara dari SMP syair lagu Rage Againts The Machine sudah familiar di kuping kami.

Pasca Bubarnya band kami. Beberapa personel kami berjalan menelusuri jalan hidupnya masing masing. Ada bang Udenk, dulu dia gitaris di sebuah band lawas Bandung bernama The Cruel. Saya berkenalan dengan beliau ketika beliau pindah dari Bandung ke Bekasi. Lelaki yang juga tumbuh dari komunitas Ujung Berung Rebel itu mendirikan sebuah band bernama Bumbklaat di Bekasi. Dari Bumbklaat, saya kenal dengan banyak senior di scene underground Bekasi. Udenk termasuk yang sangat berpengaruh dalam revolusi musik music Stompkin. Dari Udenk, ikut bergabung juga bang Miko Valent. Sekarang Miko sukses meniti karir menjadi sound engineering. Band band keras Indonesia seperti Seringai hingga Dead Squad adalah band ritual loyal yang tidak lepas dari sentuhan tangan dinginnya. Arif orang pertama yang tahu saya ingin masuk Islam sibuk dengan kuliah desain grafisnya. Andri kini mendirikan sebuah band ternama Bekasi bernama Radungga. Oca drummer kami fokus pada bisais motor klasik di daerah Cikampek.

Sementara setelah bubarnya Stompkin, saya sibuk dengan lagu lagu solo yang penuh hujat menghujat, Tuhan, Agama, Sosial Politik dan lain lain. Menulis zine, menuangkan pemikiran melawan arus sudah pasti jadi rutinitas saat itu. Miko adalah orang pertama yang memperkenalkan saya pada Karl Marx. Dia menghadiahkan saya sebuah buku merah berjudul “Peta Pemikiran Karl Marx” dari situlah, saya mulai mengenal filsafat, nietzhie dan mulai berpikir tentang eksistensi Tuhan dan Agama. Melahap banyak buku buku berbasis kiri. Rudolf Rocker, Emma Goldman hingga Tan Malaka.

Namun semua itu berubah. Setelah saya hijrah. Frontalitas saya berubah jadi frontalitas dalam menyampaikan Islam. Pasca saya berIslam. Buku pertama yang saya baca adalah buku Strategi Zionis Menguasai Dunia karangan mantan ketua Badang Inteligen Negara, Almarhum ZA Maulani. Lalu buku Jundullah karangan Said Hawwa, Risalah pergerakan Hasan Al Banna, Dua belas buku Tarbiyah Jihadiyah Syekh Abdullah Azzam, Berdakwah Dengan Hati dari Abbas Asisi, Buku Buku Yusuf Qardhawi, Kitab kitab terjemahan Ibnu Taimiyyah, hingga yang paling berkesan hingga hari ini buku Petunjuk Jalan karangan Said Quthb. Dan hobi membaca saya terus berlanjut.

Semua yang saya baca itu berpengaruh pada cara berpikir dan cara saya menulis syair. Dari sinilah 22 puisi berhasil saya tulis, saya mulai berpikir untuk membuat puisi puisi itu menjadi sebuah lagu rap. Ada sebuah grup pure rap Bekasi yang bisa dikatakan pionir rap Bekasi. Nama mereka Barat Hijau Indonesia. Dari berkenalan dengan mereka di sebuah acara ulang tahun teman SMA. Saya bisa bertemu dengan rapper rapper lain Bekasi. Lahirlah sebuah komunitas bernama Sebekasi Rap Union biasa disingkat SERU. Dari komunitas ini saya berkenalan dengan Eki, frontman dari group rap Demos P, di rumah beliaulah semua musik dari album pertama saya Syair Perang Panjang dibuat.

Para rapper Bekasi selalu menjadikan rumah Eki sebagai tempat memproduksi beat bear music rap mereka. Eki sering membebaskan kami masuk kamar, menggunakan komputernya dengan gratis.

Dengan bermodal software Fruityloop satu. Semua musik saya diproduksi bertahap di rumah Eki, ada yang saya bikin sendiri, ada yang dibuatkan oleh rekan di SERU. Hingga lengkap jadi 22 lagu. Saat memproses rekaman, semua dilakukan bertahap. Sejak saya masih bekerja sebagai office boy di sebuah kampus bekasi. Hasil dari membersihkan toilet mahasiswa saya sisihkan untuk ambil shift rekaman. Dulu proses rekaman dilakukan di studio milik komunitas rontak. Soundmannya mas Bayu dari grup rap Bitisik. Sayangnya setelah semua lagu selesai, saya tak punya uang untuk biaya mixing. Dan saya sudah terlanjur berhenti bekerja di kampus tempat saya jadi office tersebut.

Album menggantung karena tak ada uang. Pasca saya kena hukuman didiamkan oleh sistem tarbiyah PKS itu. Tertulislah lagu berjudul Integritas. Lagu yang muncul dari rasa kalut juga rasa penuh pertanyaan tentang keistiqomahan. Lagu itu masuk dalam daftar rencana album pertama saya. Sayangnya satu album compact disc hanya mampu menampung maksimal 18 lagu. Sayapun mulai memfilter lagu lagu apa saja yang harus dipending. Dulu, album rap Indie di Indonesia paling banyak hanya 8 lagu peralbum. Kecuali mayor label seperti rapper senior Iwa K. Iwa K adalah inspirasi untuk kami semua saat itu. Dan sayapun memutuskan 18 lagu saja yang muncul. Dari mana saya mendapat biaya mixing?

Disebuah Battle Rap Tahun 2003

Suatu sore di tempat saya mengajar. Kawan kawan Sebekasi Rap Union muncul. Mereka bilang ada lomba battle rap di kelapa Gading, Jakarta. Disebuah outlet perusahaan sepatu ternama kelas International. Lomba battle rap itu berhadiah voucher lima juta untuk beli sepatu di outlet itu. Pusingnya, lomba itu diadakan malam itu juga. Saya tidak mau awalnya. Tapi dirayu terus dan disupport oleh teman teman.

Album Syair Perang Panjang Re package

Ada tiga jagoan freestyle di Bekasi saat itu. Ali Utrujjah, Saya dan satu lagi Sandy, biasa kami panggil Kate, anggota group rap Demos P. Sayang Ali tidak bisa ikut. Saya dan Sandypun berangkat ditemani kawan kawan SERU. Sederet peserta mendaftar bahkan dari luar pulau Jawa. Jurinya saat itu Bang Ferry dari group rap yang lagi hits hitsnya saat itu Sweet Martabak. Saykoji baru jadi penonton saja saat itu. Belum berani naik ikut battle, skill freestylenya masih pas pasan. Satu persatu peserta bisa saya kalahkan. Hingga final sayapun juara. Alhamdulillah, dari hadiah battle rap itu, saya beli sepatu yang mahalnya minta ampun. Lalu saya jual lagi ke teman. Dari hasil jual sepatu itu, akhirnya biaya mixing terkumpul. Bayu Bitisik langsung menggarap semua lagu lagu saya. Album perdana sayapun rilis pada tahun 2004. Album rap pertama di Indonesia yang menyediakan 18 lagu dalam satu compact disc.. Saya memberi nama album itu Syair Perang Panjang.

Syair Perang Panjang seperti sebuah catatan pertarungan batin dan pemikiran. Sebuah kegelisahan atas fenomena dunia, agama, masyarakat hingga pertarungan nurani saya. Mulai dari isu konspirasi, Palestina, intrik politik hingga soal hubungan emosional antara Tuhan dan rahasia hati saya yang lain. Selepas fenomena ketika bergabung dengan PKS, saat saya mulai berpikir berhenti mengaji di PKS. Album Syair Perang Panjang tidak disangka mengalami peningkatan pemesanan. nama saya muncul dikenal. Dari 1000 copy pertama terus dicetak ulang sebanyak 10 kali.

Nama Thufail Al Ghifari mulai muncul dalam pembahasan dunia maya, dulu yang ngetrend bukan facebook atau instagram, tapi Friendster dan multiply.com. Tapi saya tak bergeming. Saya tetap memutuskan berhenti liqo untuk pertama kali di PKS. Saya menyimpan rindu pada Ali Utrujjah. Sementara pada saat yang sama, undangan jadi pembicara di acara dakwah mulai merepotkan dering handphone saya, terlebih banyak pengundang tersebut dari bemper politik PKS, seperti Lembaga Lembaga dakwah kampus. Dimana mereka berpikir bahwa saya masih jadi kader PKS. Yang bisa saya lakukan hanya menyembunyikan sekuat tenaga pergumulan batin saya tentang PKS.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here